Lalu ketika aku merasa mampu
untuk memulai bergerak, kenapa harus terhenti seperti ini. Ketika aku
mendapatkan peluang untuk membuktikannya kepada orang-orang di sekelilingku,
mengapa aku harus berhenti saat itu juga. Yaa Rabb seberapa besar aku harus
bersabar? Apakah tidak berbatas? Aku sudah bosan berdiam diri. Apakah berbuat
kebaikan sebegini rumitnya, apakah mencoba bermanfaat untuk orang-orang
di sekitar nun jauh di sana dan sesuai keiinginan tidak bolehkah? Aku bukan
mencoba-coba mempertaruhkan sebuah aqidah. Aku ingin mempertahankannya, dan aku
ingin apa yang aku lakukan Engkau ridhoi sepenuhnya.
Saturday, 26 October 2013
Thursday, 24 October 2013
NENEK MOYANGKU SEORANG PELAUT
Ketika mendengar sebuah syair "Nenek Moyang Ku Seorang Pelaut" Sepertinya saat ini sulit menimbulkan rasa kebanggaan terhadap ucapan itu bagi sebagian besar orang Indonesia yang tempat tinggalnya di kelilingi lautan luas. Mungkin kini hanya menjadi sebuah syair yang terdengar lalu melintas begitu saja tanpa merasakan makna dari syair tersebut. Padahal orang dahulu bangga terhadap kepiawaiannya mengarungi samudera, sehingga menggaungkan kata "Jales Veva Jaya Mahe!" atau "Di Laut Kita Jaya!". Lalu kenapa bisa seperti itu?
Sebenarnya berkat dari Tuhan bangsa ini kaya dengan segala hal, begitupun dengan lautnya. Segala macam jenis ikan-ikan berprotein tinggi ada di dalamnya, terumbu-terumbu karang yang cantik, penyu, ubur-ubur, cumi, kerang, gruita, dan masih banyak lagi organisme laut yang dapat dimanfaatkan terdapat di lautan. Pemandangan dalam lautnya pun sangat menakjubkan. Kawasan pantai hingga ZEE 'Zona Ekonomi Eksklusif' seharusnya bisa dikelola dengan arif dan bijaksana, tapi kenapa saat ini semua orang-orang pemberani hilang begitu saja, tak ada lagi yang mampu menuju kesana. Sehingga orang-orang yang tiggal jauh dari pesisir tidak perlu banyak-banyak mengkonsumsi ikan asin dengan banyak pengawet. Yah walaupun ikan asin itu nikmat ketika disantap dengan sambel terasi, tempe tahu, dan lalapan. Tapi tahu kan akibatnya apa jika terus mengkonsumsi makanan dengan bahan pengawet? Pilih sehat atau mati cepat? hehehe. Itulah mengapa Indonesia belum bisa dikatakan negara maritim, karena belum bisa mengelola dengan baik apa yang ada di laut padahal lautannya sangat sangaat kaya, dan tentunya sekali lagi dengan pemandangan yang menyegarkan mata dan pikiran.
Banyak destinasi-destinasi pemandangan bawah laut yang oke punya, Indonesia punya Raja Ampat, Bunaken, Lembeh, Karimun Jawa, Kakaban, Alor dsb. Sayang aja kalau tempat-tempat seperti ini dikotori sampah, soalnya pas main ke salah satu Pulau yang berada pada gugusan Pulau Seribu, pas tahun 2008 yang gw liat sepanjang perjalanan sampah lagi sampah lagi. Again, waktu gw punya kesempatan ke Pulau Seribu tanggal 15 kmarin keadaanya tetap sama bahkan sampah itu makin banyak seperti sungai sampah di lautan.
Lalu balik lagi kemana rasa bangga terhadap apa yang kita punya, rasa bangga sepertinya hilang setelah rasa memiliki dan kecintaan hilang. Jika penduduk Indonesia merasa memiliki seharusnya tidak ada orang Indonesia yang merusak dan mengotori apa yang dimilikinya, kita seharusnya bisa menjaga apa yang dititipkan pada kita. Permasalahan mengenai sampah sepertinya tidak akan pernah berhenti selama kita masih bersikap tak acuh.
Jadi pesan saya jaga apa yang dititipkan oleh Tuhan kepada kita, jaga dan manfaatkan dengan arif dan bijaksana. :)
JALES VEVA JAYA MAHE!!!
On Twenty Six My Age "Gaya Viki" :D
Sebetulnya bahasa yang betul buat judul di atas adalah On Twenty Six years old atau dibahasa Indonesiakan menjadi di umur saya yang ke 26, tapi karena virus viki merajalela jadilah begitu. Lalu ada apa dengan umur saya yang ke 26? Ini cuma sekedar sharing tentang pengalaman yang bisa dikategorikan "NEKAD" Apa sih yang paling nekad yang pernah kamu lakukan di umur ke 26. Mungkin salah satunya ini, BAWA MOTOR DARI BOGOR KE BANDUNG, TANPA SIM, LOLOS DARI TILANGAN, dan ALHAMDULILLAH SELAMAT . Bukannya sok jago yah, tapi keadaan memang memaksa untuk nekad.
Berawal dari celetukkan iseng, ketika membicarakan soal menghadiri pernikahan seorang teman, sahabat, saudari seperguruan, and Our beloved sister "Lisna Khoirunnisa" dengan Our Brother "Raka W.H.". Keputusan menggunakan motor itu karena bisa lebih irit, bisa jalan-jalan kemana-mana pas di Bandung, ya tapi resikonya masuk angin, badan pegel-pegel, pantat tepos, sakit flu, atau yang lebih fatal nyawa taruhannya.
Dengan Gembolan yang super penuh bak orang yang mau mudik, saya dan teman saya pun beraksi. 5 jam waktu tempuh yang kita butuhkan untuk sampai di Bandung. Udah mana besok harus pagi-pagi stand by dengan full make up. Yah....begitulah nekad, tapi yang paling cukup membuat saya heran, kenapa bikin SIM motor itu susahnya minta ampun "Birokrasi", padahal udah berhasil mencetak rekor mengendarai motor Bogor-Bandung tanpa SIM dengan selamat. Temen saya yang berinisial "I" yang sekaligus terlibat dalam kenekadan ini saja baru bisa mendapatkan SIM setelah lima kali ujian praktek dan dua kali ujian teori.
Tapi sebenarnya apa yang membuat dia lulus, menurut pandangan saya yang membuat dia lulus adalah keteguhan, kegigihan dan kesabarannya. Jadi yang dinilai dari ujian pembuatan SIM ini menurut saya bukan seberapa lancar atau jagonya kita mengendarai motor, bukan juga seberapa besar nilai yang didapat pada saat ujian teori. Tapi adalah seberapa sabar kita menghadapi tes yang berulang-ulang yang diberikan petugas. Kenapa saya bisa berpendapat begitu, ini karena ujian praktek temen saya yg ke-empat nilainya kurang bagus dari pada yang ketiga (menurut saya) ditambah lagi nilai ujian teori temen saya yang kedua lebih rendah dari pada yang pertama "ini nyata lho??"
Jadi pesan saya bagi yang ingin membuat SIM rajin-rajinlah anda datang ke POLRES dan sabar-sabarlah anda menuruti atau mengikuti instruksi petugas, nisacaya anda bisa mendapatkan SIM melalui jalan Lurus dan Benar.
Tapi karena lamanya yang minta ampun ini, malah banyak orang bikin SIM yang melalui jalan yang tidak lurus, yaitu jalan yang berkelok, bengkok atau miring. Hahaahha...You Know Lah...Sampai sekarang saya masih ogah-ogahan kalau bikin SIM karena birokkrasinya itu. Tapi gini-gini saya bisa bulak-balik kerja dari rumah saya yang di daerah Bogor Kota ke Cisarua, Taman Safari selama dua bulan tanpa hambatan dari pihak mana pun. Heheheehe "DON'T TRY THIS AT JALANAN"
Note: Dokumentasi tidak ada dikarenakan foto-nya hilang dihapus pencuri hape (hape saya sempat hilang lima hari) T_T
Wednesday, 23 October 2013
Perjalanan untuk Selamanya Kebersamaan "Pangandaran Chapter II"
Entah kenapa akhir-akhir ini sering mengalami perjalanan yang serba mendadak dan tidak pernah direncanakan sebelumnya. Temen-temen bilang kalau ini perjalan, biasa disebut MTB atau Mendadak Touring Club. Yah, dengan uang pas-pasan, kendaraan seadanya, dan bekal seadanya. Hanya beberapa bungkus rokok dan 2 botol air mineral 1500 ml.
Berawal dari seorang teman yang menanyakan "lw punya duit berapa?" dan berujung pada pertanyaan "Woi lw di mana?, ayo kita berangkat sekarang!". Padahal jam sudah menunjukkan sekitar pukul 00.00 WIB. Malam itu juga gw memutuskan pergi bersama sodara-sodara seperjuangan waktu di bangku kuliah untuk mendapatkan kepuasan dan kesenangan di Pangandaran.
Pangandaran memang tempat yang tak pernah sepi oleh pengunjung, tiba jam tujuh pagi salah satu teman bernegosiasi menyewa sebuah penginapan untuk sehari semalam. Kebetulan Obet 'nama samaran' memang sudah sering bermalam di tempat ibu ini ketika berkunjung ke Pangandaran. Sebuah penginapan termurah dengan harga 100 ribu lengkap dengan fasilitas 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, dan ruang TV, ditambah kipas angin di masing-masing ruangan. Bisa semurah itu karena memang kita berempat gw, Obet, Jabluk, dan Bacul datang di saat hari biasa, bukan hari libur.
Tidur beberapa jam dan bangun sekitar jam 10 siang, setelah rapi akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke sebuah wisata air di desa Citumang. Sebenernya gw yang paling pingin datang ke sini karena dengar cerita Obet yang memang pernah datang ke sini sebelumnya. Sedikit kecewa sebetulnya, karena tarif untuk bisa merasakan bermain di mata air Goa ini cukup meningkat drastis dibandingkan ketika Obet pertama kali datang ke sana. Tadinya tarif hanya dikenakan 10.000IDR untuk penyewaan pelampung/orang dan 20000IDR untuk guide, tapi sekarang sudah naik menjadi 75000IDR/orang.Siang itu kami puas bermain air di Citumang "Baca Pangandaran Chapter I". Setelah puas bermain air, kami langsung pulang ke tempat penginapan cepecebu "Seratus Ribu Rupiah" untuk beristirahat.
Malam harinya kami pun bersiap-siap untuk beraksi kembali, kebetulan semua perut dari kami mengeluarkan nada laras salendro secara beriringan, minta diisi makanan. Setelah isya, kami pergi keluar mencari-cari perental sepeda yang masih aktif, setelah dicari-cari akhirnya kami mendapatkan satu buah sepeda single buat gw, dan satu buah sepeda tandem tiga untuk si gendut, si gondrong, dan si botak. kenapa saya pilih sepeda single, karena saya kapok naik sepeda tandem yang susahnya Naudzubillah buat dikendalikan klo kita gak kompak. Biaya yang dikeluarkan untuk naik sepeda sekitar 25000 IDR untuk dua sepeda itu.
Waktunya cari makan kawannnnn,berawal mula seperti ini....
dan berakhir seperti ini...
Setelah makan kenyang, buang kalori lagi dengan bersepeda. Tiba-tiba di jalan menemukan ini, Jreng...Jreng...
Sekawanan Rusa yang tampak kelaparan pura, sepertinya mereka keluar dari area Taman Nasional Pangandaran. Hmmmm.....
Malam harinya kami pun bersiap-siap untuk beraksi kembali, kebetulan semua perut dari kami mengeluarkan nada laras salendro secara beriringan, minta diisi makanan. Setelah isya, kami pergi keluar mencari-cari perental sepeda yang masih aktif, setelah dicari-cari akhirnya kami mendapatkan satu buah sepeda single buat gw, dan satu buah sepeda tandem tiga untuk si gendut, si gondrong, dan si botak. kenapa saya pilih sepeda single, karena saya kapok naik sepeda tandem yang susahnya Naudzubillah buat dikendalikan klo kita gak kompak. Biaya yang dikeluarkan untuk naik sepeda sekitar 25000 IDR untuk dua sepeda itu.
Waktunya cari makan kawannnnn,berawal mula seperti ini....
dan berakhir seperti ini...
Setelah makan kenyang, buang kalori lagi dengan bersepeda. Tiba-tiba di jalan menemukan ini, Jreng...Jreng...
Sekawanan Rusa yang tampak kelaparan pura, sepertinya mereka keluar dari area Taman Nasional Pangandaran. Hmmmm.....
Monday, 16 September 2013
Our Earth Is Not A Garbage
Sekarang
kalau ngeliat apa-apa yang kurang mengenakan berasa pingin comment mulu, bukan
hari ini aja sih kejadian ini terjadi di depan mata gw. Salahnya gw juga sih
gak negur secara langsung. Jadi
kronologisnya seperti ini. Pas beli asinan, terlihat sesosok manusia, dengan menggendong sebuah tas carrier
penuh bak sesorang yang hendak naik gunung atau semacamnya. Dia asik memakan
sejenis jajanan anak-anak serupa mie kremes dengan kemasan plastik. Setelah
habis memakan isi si kemasan, dan pluk.. dia dengan seenak jiwa membuang sampah
plastik tidak pada tempatnya tanpa berperikelingkungan. Andaikan saya ingat
untuk meng-capture kejadian itu, saya akan pampangkan secara nyata orang
tersebut pada blog ini. Banyak anak-anak
muda di zaman sekarang yang sok keren berlagak seperti pecinta alam sejati,
tapi nyatanya mereka tidak memahami makna sebenarnya dengan mengatasnamakan
dirinya sebagai pecinta alam. Walaupun bukan sebagai pecinta alam ya minimal
jika dengan berpakaian seperti itu tau diri, dari kecil ampe sekarang juga
dimana-mana kalau buang sampah ga sembarang.
Tuesday, 21 February 2012
Wednesday, 24 March 2010
Oleh2 dari Jepang
Senengnya pas gw dapet oleh2 dari Jepang ini walaupun hanya sebuah coklat yg sama gedenya dengan sebungkus permen. Jujur aja ini coklat dari Jepang yang pertama gw makan, semoga ini bukan satu2nya kesempatan gw makan sesuatu makanan dr jepang, semoga jg gw nanti yg bakal bw balik coklat ini dr Jepang langsung buat keponakan n sodara-sodara gw, haha...Amiiin...ini lah dia coklat dari jepang yg bernama dagang meiji....tada.....
Emmm rasanya c gw pikir lebih dominan ke rasa miruku 'mentang2 makan coklat jepang jd bilang miruku, bkn susu'. o iya coklat ini dari dosen gw, untung dosen gw baek2....sblmnya jg ada dosen yg ngasih coklat yg dia bawa dari Jerman apa Prancis yak "ini serius, ga boong". Dosen2 gw emang pada hobi PP luar negeri-dalam negeri. moga2 gw ngikutin jejak mereka...kekeke...
NB; buat dosen2 gw...sering2 yak ngasih oleh2 langka seperti ini buat saya....
Emmm rasanya c gw pikir lebih dominan ke rasa miruku 'mentang2 makan coklat jepang jd bilang miruku, bkn susu'. o iya coklat ini dari dosen gw, untung dosen gw baek2....sblmnya jg ada dosen yg ngasih coklat yg dia bawa dari Jerman apa Prancis yak "ini serius, ga boong". Dosen2 gw emang pada hobi PP luar negeri-dalam negeri. moga2 gw ngikutin jejak mereka...kekeke...
NB; buat dosen2 gw...sering2 yak ngasih oleh2 langka seperti ini buat saya....
Subscribe to:
Posts (Atom)










